Apa kabar Pembaca,
Beberapa waktu lalu sedang heboh-hebohnya PENDAFTARAN CPNS untuk wilayah pusat seperti KEMLU, BULOG, BNN, atau KEMENHUMKAN. Salah satu persyaratan selain mendaftar secara online adalah dengan melengkapi beberapa berkas antara lain SKCK dan KARTU KUNING. Dalam kesempatan ini, saya akan membagikan berbagi pengalaman untuk membuat SKCK dan KARTU KUNING terutama di wilayah KOTA SALATIGA.
SKCK
SKCK kepanjangan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Di dalam SKCK, termuat track record kelakuan kita di ranah kepolisian. Berikut adalah syarat dan langkah yang harus pembaca lakukan untuk mendapatkan SKCK dari Kepolisian wilayah Salatiga.
Syarat -syarat yang harus dilengkapi adalah sebagai berikut:
1. Foto copy KTP 1 lembar dengan menunjukkan KTP asli.
2. Foto copy Kartu Keluarga 1 lembar
3. Surat pengantar dari RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan
4. Surat Rekomendasi dari POLSEK setempat.
5. Pas foto berwarna ukuran 4x6 sebanyak 6 lembar.
( Pas foto harus berpakaian rapi, tampak muka, kedua daun telinga. Bagi yang berjilbab, tampak muka dan tidak bercadar)
6. Uang sebesar 15 ribu.
( Rp. 10.000 digunakan untuk membayar biaya administrasi di POLSEK. Saat itu saya membuat di Kantor POLSEK BLOTONGAN. Biaya administrasi tiap-tiap POLSEK berbeda tergantung dari kebijakan masing-masing kantor biasanya. Tapi untuk di KAPOLRES tidak ada biaya administrasi alias GRATIS. Hanya cukup membayar biaya sidik jari saja sebesar Rp. 5000)
Sebagai catatan:
SKCK POLRES ini biasanya digunakan untuk keperluan mendaftar karyawan BUMN, CPNS, TNI/POLRI, dan menikah dengan anggota POLRI atau TNI.
Apabila Pembaca ingin melamar ke Perusahaan Swasta, SKCK dari POLSEK saja sudah cukup. Tidak perlu harus ke POLRES. Untuk persyaratannya no. 1, 2, 5 sama. Sampai ke POLSEK setempat, katakan tujuan membuat SKCK, untuk melamar CPNS atau swasta. Nanti dari petugas akan membantu.
Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Membuat surat keterangan di RT, RW, Kelurahan, dan Kecamatan.
2. Membawa semua persyaratan ke POLSEK setempat. Dari POLSEK nanti akan suruh mengisi form berisi data diri.
3. Setelah surat rekomendasi selesai, lanjut ke POLRES setempat. Di POLRES, masukkan surat rekomendasi dan persyaratan yang lain ke dalam loket SKCK.
Bagi yang belum tahu dimana letak loket SKCK. Ini dia petunjuknya : Begitu masuk ke wilayah POLRES Salatiga yang terletak di sebelah Lapangan Pancasila, dari gerbang jalan lurus terus sampai ujung jalan. Di ujung jalan tersebut ada sebuah gedung dengan gambar patung Gajah. Di situlah tempat LOKET SKCK.
4. Cap sidik jari. (Siapkan uang Rp. 5000)
5. Kembali ke loket SKCK. Tunggu 5-10 menit.
6. SKCK Selesai.
Sebenarnya prosesnya tidak hanya sampai di sini. Sebaiknya SKCK asli kemudian difotocopy lalu minta dilegalisir sehingga apabila kedepannya ingin perpanjangan lebih mudah.
PERPANJANGAN SKCK
Untuk perpanjangan, syarat dan langkah yang harus dipersiapkan dna dilakukan adalah sebagai berikut
Syarat:
1. SKCK lama asli/ fotocopy yang telah dilegalisir.
2. Foto copy KTP (1 lembar), dengan menunjukkan KTP asli.
3. Foto copy Kartu Keluarga (1 lembar)
4. Pas Foto warna (6 lembar)
Untuk perpanjangan, cukup datang ke POLRES setempat, tidak perlu harus diulang ke RT, RW, Kecamatan hingga Kelurahan.
Untuk pembuatan SKCK di wilayah kota Salatiga, perhatikan jam kerja instansi-instansi terkait.
Untuk RT dan RW menyesuaikan kondisi masing-masing.
Untuk kantor Kelurahan (Blotongan) dan Kecamatan (Sidorejo) buka dari Hari Senin-Jumat pukul 8.00 - 15.00. Hari Sabtu libur.
Untuk Kantor POLSEK Sidorejo buka dari Hari Senin - Jumat jam 9.00 - 14.00, Untuk Hari Sabtu hanya buka pelayanan hingga setengah hari saja yaitu sampai jam 13.00.
Demikian cara pembuatan mendapatkan SKCK dari KAPOLRES SALATIGA.
_________________________________________________________________________________
KARTU KUNING
Untuk selanjutnya adalah penjelasan cara membuat kartu kuning. Kartu Kuning biasa juga disebut dengan Kartu Pencari Kerja. Kartu ini biasanya digunakan oleh DISNAKERTRANS untuk mendata para pencari kerja dalam periode waktu tertentu.
Berikut adalah syarat dan langkah yang harus dilakukan untuk membuat Kartu Kuning di wilayah Salatiga.
Syarat:
1. Foto copy KTP Salatiga yang masih berlaku.
2. Foto copy ijazah asli (SD-terakhir).
Ijazah yang terkahir dilegalisir. Apabila ijazah terakhir belum keluar, bisa memakai surat keterangan lulus.
3. Pas foto 3x4 sebanyak 2 lembar.
4. Foto copy surat keterangan kursus (bila ada).
5. Foto copy surat keterangan kerja (bila ada).
6. Pencari Kerja harus datang sendiri.
7. Berpakaian rapi dan sopan.
Langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Datang ke kantor DISNAKERTRANS di Jalan Klaseman Salatiga, tepatnya depan RS. Bersalin Pak Robby.
2. Siapkan semua syarat.
Biasanya yang menerima kalau tidak pegawai dari Disnakertransnya sendiri, adalah anak-anak PKL SMK. (Pada saat saya membuat Kartu Kuning yang melayani adalah anak SMK)
3. Tunggu 5-10 menit. Petugas akan menyalin data diri dan latar belakang pendidikan di Kartu Kuning.
4. Kartu Kuning selesai.
Setelah selesai, sebaiknya difoto copy untuk dilegalisir. Beberapa meter di belakang Kantor DISANKERTRANS ada tempat fotocopy. Tinggal tanya ke petugas sehingga kita tidak perlu capek-capek untuk fotocopy di tempat yang terlalu jauh.
Sama seperti pembuatan SKCK, silahkan perhatikan jadwal kerja insitusi terkait.
Jam Pelayanan DISNAKERTRANS Kota Salatiga
Hari Senin - Kamis buka pukul 07.30 - 14.00
Hari Jumat buka pukul 07.30 - 11.00
Hari Sabtu tutup.
Adapun jam istirahatnya adalah dari jam 12.00 - 13.00. Jadi usahakan tidak datang pada jam tersebut.
Baiknya, Kartu Kuning dilaporkan ke pihak DISNAKERTRANS tiap 6 bulan sekali. Tapi waktu itu saya nego ke Petugas yang sedang jaga,
"Pak, kalo misalnya kita dapat kerja ditempat yang jauh apa harus lapor?"
Lalu petugas DISNAKERTRANS menjawab,
"Baiknya sih iya, tapi kalo memang tidak bisa, ya tidak usah."
PERPANJANGAN KARTU KUNING
Untuk Kartu Kuning, perpanjangan cukup datang ke Kantor DISNAKERTRANS dengan membawa persyaratan yang sama dan kalau bisa KARTU KUNING yang lama.
Demikian informasi berkaitan dengan SKCK dan Kartu Kuning. Semoga bermanfaat bagi para pembaca maupun para pencari kerja yang lain.
Ciao!
Jumat, 07 September 2012
Jumat, 10 Agustus 2012
KU TAK TAU APA YANG KU MAU
PEKERJAAN.
Setelah kita lulus dari SEKOLAH, mulailah seorang manusia masuk ke dalam suatu fase kehidupan lain; mencari PEKERJAAN. Dan hal itu yang saya rasakan saat ini. Lulus dari fase belajar pada Bulan Maret 2012 kemarin mau tidak mau mendorong saya untuk memasuki fase selanjutnya; yaitu : MENCARI PEKERJAAN.
Banyak orang berpikir mencari pekerjaan itu sulit, mencari pekerjaan tidak gampang. Oiyakah? Lalu apa yang harus saya lakukan ketika saya akan mencari pekerjaan?
Banyak orang termasuk saat itu orang tua saya sendiri berkata,
"Kowe to nduk, yen arep nggolek kerja, entek sandal jepit 10-15 gawe wira-wiri ora bakal entuk. Jaman saiki, kerjo iku kudu nduwe chanel. Ora gampang wong anyar melbu. Kowe mending manut Bapak Ibumu lak mesti kepenak. Kerja sing cedak-cedak wae."
(Kamu to nduk, kalo mau cari kerja, habis sandal jepit 10-15 buat kesana-kemari nggak mungkin dapat. Jaman sekarang, kerja itu harus punya chanel. Tidak gampang orang baru masuk. Kamu mendingan nurut sama Bapak Ibu aja kan pasti enak. Kerja yang dekat-dekat aja. "
Itu pesan yang beliau titip pesankan kepada anaknya yang baru saja lulus. Baik, terima kasih. Dalam hati, saya berpikir apakah sesulit itukah orang mencari pekerjaan? apakah ketika kita menjadi orang baru yang akan terjun ke dunia pekerjaan haruslah menjadi seorang pesimis terlebih dahulu agar dikemudian hari menjadi orang sukses?
Lalu saya pergi ke seorang teman dan bertanya kembali tentang mencari pekerjaan. Kali ini dengan pertanyaan yang hampir sama.
Lalu saya pergi ke seorang teman dan bertanya kembali tentang mencari pekerjaan. Kali ini dengan pertanyaan yang hampir sama.
"Ah.. mau kerja dimana ya. Bingung nih? Kalau kamu?"
Teman menjawab, "Kerja apa aja yang penting kamu suka dibidang itu. Dan, alangkah lebih baik baik kalau kita itu merantau. Karena orang sukses itu kebanyakan yang mau keluar dari wilayahnya sendiri. Keluar dari zona nyaman."
Saya kembali berpikir mengenai jawaban tadi. Benar juga ya, apalagi aku harus kembali ke rumah. Pasti akan sangat tidak nyaman. Merantau sejak kelas 3 SMP membuatku hidup dengan mandiri. Apa jadinya nanti kalo pulang ke rumah? Bosan, banyak aturan. Itu pasti.
Atau, jangan-jangan alasan inilah yang membuat orang tua menasehati seperti itu dalam mencari pekerjaan? Agar saya tidak pergi kemana-mana lagi?
Akhirnya dengan berat hari saya menerima tawaran orang tua untuk bekerja di sebuah bimbel X di wilayah Kabupaten Temanggung. Berkat rekemondasi dari orang tua, saya bisa masuk disitu tanpa di wawancara.
Aneh memang, dan lebih lagi, bisa dikatakan tidak professional. Dan memang itulah yang terjadi selanjutnya.
Terdidik selama bertahun-tahun dalam Lembaga Kemahasiswaan UKSW, dari menjadi kuli angkut hingga akhirnya menjadi salah satu ketua bidang membuatku selalu ingin kerja secara professional, sesuai jobsdisc. Tapi apa daya, ilmu apa yang saya pelajari, tak dapat saya teruskan disini, di bimbel yang masuk tanpa wawancara.
Gaji kecil, transportaion expense tinggi karena harus gonta-ganti angkot hingga 4 - 5 kali membuat saya angkat tangan. Tepat pada bulan Kedua selesai, saya mengundurkan diri. Resmi, saya bekerja mulai bulan April hingga Mei 2012. Di saat itulah, tawaran mengajar datang dari sebuah bimbel terkenal di Salatiga. Bimbel impian tempat aku bekerja. Akan tetapi, harapan tinggal harapan. Apa yang ingin ku lakukan tidak dapat terlaksana karena hal Ibu sakit. Mungkin untuk saat ini belum. Semoga suatu saat. Tapi bagaimanapun, hal itu cukup membuatku down. Patah semangat untuk sesaat.
But, Life must go on.
Sebelum berganti ke tempat kerja selanjutnya saya menganggur lebih dari 2 bulan. Sungguh sangat menyenangkan! Kita dapat melakukan hal apa saja yang kita ingin lakukan, tidur bangun siang, pergi maen ke sana-kemari, nonton film, memasak, ahh pokoknya menyenangkan! Kebebasanku serasa kembali! Hanya saja, saat ini tidak ada teman untuk berbagi meskipun dapat melakukan hal yang kita sukai dapat membantu mengobati rasa kecewa untuk sesaat.
Bulan Juli, setelah mendapat surat pernyataaan diterima sebagai guru SD, saya mulai bekerja kembali. Kali ini, saya bekerja di SD tempat saya bersekolah dulu yaitu Yayasan SD X. Di tempat kerja ini, saya menemukan tantangan yang berbeda dari tempat kerja saya di awal. Apabila ditempat kerja saya selalu berhubungan dengan "ketidakprofesionalitasan" dan orang yang tidak berpengalaman, kalo sekarang saya harus berhubungan dengan "penggojlokan".
Mengapa demikian?
Secara umum, sebagian guru besar disini adalah mantan guru-guru saya waktu SD, dan secara sepihak saya bisa bilang bahwa mereka masih cukup canggung untuk menerima murid didikannya dahulu sebagai tempat kerja mereka. Oleh sebab itu, mereka menganggap saya masih anak ingusan yang "nggak" diperhatikan. Jadi ditahap awal ini, saya mengkategorikannya sebagai sebuah "penggojlokan anak ingusan".
Mari kita lihat kedepannya, seperti apakah tantangan saya di depan. Apakah memang pekerjaan ini yang saya mau, atau ...?
Karena, apa yang aku mau saat ini, aku tak tahu.
Biarkan aliran kehidupan mengarahkanku untuk sesaat.
Parakan, 11 Agustus 2012
Atau, jangan-jangan alasan inilah yang membuat orang tua menasehati seperti itu dalam mencari pekerjaan? Agar saya tidak pergi kemana-mana lagi?
Akhirnya dengan berat hari saya menerima tawaran orang tua untuk bekerja di sebuah bimbel X di wilayah Kabupaten Temanggung. Berkat rekemondasi dari orang tua, saya bisa masuk disitu tanpa di wawancara.
Aneh memang, dan lebih lagi, bisa dikatakan tidak professional. Dan memang itulah yang terjadi selanjutnya.
Terdidik selama bertahun-tahun dalam Lembaga Kemahasiswaan UKSW, dari menjadi kuli angkut hingga akhirnya menjadi salah satu ketua bidang membuatku selalu ingin kerja secara professional, sesuai jobsdisc. Tapi apa daya, ilmu apa yang saya pelajari, tak dapat saya teruskan disini, di bimbel yang masuk tanpa wawancara.
Gaji kecil, transportaion expense tinggi karena harus gonta-ganti angkot hingga 4 - 5 kali membuat saya angkat tangan. Tepat pada bulan Kedua selesai, saya mengundurkan diri. Resmi, saya bekerja mulai bulan April hingga Mei 2012. Di saat itulah, tawaran mengajar datang dari sebuah bimbel terkenal di Salatiga. Bimbel impian tempat aku bekerja. Akan tetapi, harapan tinggal harapan. Apa yang ingin ku lakukan tidak dapat terlaksana karena hal Ibu sakit. Mungkin untuk saat ini belum. Semoga suatu saat. Tapi bagaimanapun, hal itu cukup membuatku down. Patah semangat untuk sesaat.
But, Life must go on.
Sebelum berganti ke tempat kerja selanjutnya saya menganggur lebih dari 2 bulan. Sungguh sangat menyenangkan! Kita dapat melakukan hal apa saja yang kita ingin lakukan, tidur bangun siang, pergi maen ke sana-kemari, nonton film, memasak, ahh pokoknya menyenangkan! Kebebasanku serasa kembali! Hanya saja, saat ini tidak ada teman untuk berbagi meskipun dapat melakukan hal yang kita sukai dapat membantu mengobati rasa kecewa untuk sesaat.
Bulan Juli, setelah mendapat surat pernyataaan diterima sebagai guru SD, saya mulai bekerja kembali. Kali ini, saya bekerja di SD tempat saya bersekolah dulu yaitu Yayasan SD X. Di tempat kerja ini, saya menemukan tantangan yang berbeda dari tempat kerja saya di awal. Apabila ditempat kerja saya selalu berhubungan dengan "ketidakprofesionalitasan" dan orang yang tidak berpengalaman, kalo sekarang saya harus berhubungan dengan "penggojlokan".
Mengapa demikian?
Secara umum, sebagian guru besar disini adalah mantan guru-guru saya waktu SD, dan secara sepihak saya bisa bilang bahwa mereka masih cukup canggung untuk menerima murid didikannya dahulu sebagai tempat kerja mereka. Oleh sebab itu, mereka menganggap saya masih anak ingusan yang "nggak" diperhatikan. Jadi ditahap awal ini, saya mengkategorikannya sebagai sebuah "penggojlokan anak ingusan".
Mari kita lihat kedepannya, seperti apakah tantangan saya di depan. Apakah memang pekerjaan ini yang saya mau, atau ...?
Karena, apa yang aku mau saat ini, aku tak tahu.
Biarkan aliran kehidupan mengarahkanku untuk sesaat.
Parakan, 11 Agustus 2012
Sabtu, 21 Mei 2011
Perpisahan PPL FBS
Siang tadi, 18 Mei 2011 pukul 13.00 WIB.
Pelepasan keluarga PPL FBS baru saja dilaksanakan. Banyak rasa bercampur aduk menjadi satu. Senang, bahagia, poleng ma orang, seneng karena udah ga ada yang namanya office hours lagi-yang harus ngantor tak ada guna setiap rabu dan bertemu dengan orang-orang yang ehm.. bisa dbilang orang yang paling males banget untuk ditemui, trus ada pula cerita, kelucuan, pahlawan tanpa tanda jasa, makanan banyak dan sebagainya dan sebagainya, semuanya jadi satu berhiruk-pikuk dalam ruang perpus SD Laboratorium Satya Wacana Salatiga. Sejujurnya ada perasaan enggan yang sangat ketika aku harus mengginjakkan kaki di ruang office hours SD lab lagi. Tapi untuk menghormati para guru-guru yang telah bekerja keras dalam membimbing dan juga kebagian job yang paling nggak enak karena harus PIDATO, Yaaa jadinya ku bulatkan tekat untuk berangkat.
Siang menjelang pukul satu semua sibuk menata konsumsi. Sisanya menata kursi. Aku pun juga sibuk sediri. Karena nggak ingin terlalu masuk dengan mereka yag “punya”urusan, aku duduk di pojok latihan untuk pidato. Ku hafalin baik-baik naskah yang kubuat pagi itu juga. Tiba-tiba.., air mata ku jatuh! Aku tersadar, sungguh banyak sekali yang kau pelajari selama aku belajar disini. Sebuah penggalaman yang sangat berguna untuk kedepannya nanti. Dan itu berkat guru-guruku pamong yang tanpa lelah membimbing kami. Terima Kasih Pak, Bu.
PIDATO…………………………………………………………
Assalamu’alaikum wr.wb
Salam sejatera bagi kita semua
Yth. Bapak Kepala Sekolah SD Laboratorium Kristen Satya Wacana, Yth. Ibu Lanny, guru Pamong PPL FBS keluarga SD Lab Satya Wacana, Yth. Ibu Fanny selaku perwakilan dari FBS sebagai pengganti Pak Joseph Ernest Mambu yang beliau tidak dapat hadir pada siang hari ini, Yth, Seluruh guru dan staff SD Lab. Satya Wacana yang saya hormati.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, kerena berkat rahmatNya lah kita dapat berkumpul di hari yang cerah, tanpa kekurangan suatu apapun, untuk sama-sama merayakan pelepasan murid-murid PPL FBS semester 2, tahun 2010-2011.
Saya dalam kesempatan kali ini mewakili teman-teman, ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bapak dan Ibu karena telah membimbing kami selama hampir lebih dari 5 bulan. Banyak sekali pembelajaran yang kami terima selama kami menuntut ilmu di sini dan hal itu tidak lepas dari bimbingan Bapak dan Ibu yang selalu sabar dan tak kenal lelah dalam membimbing kami. Ketika saya membuat pidato ini, saya ingat ada pepatah latin yang menjadi filosofi teman saya dalam menyusun portofolionya,
By learning you will teach,
by teaching you will learn
Di dalam hidup selalu ada proses belajar mengajar. Ketika seseorang tidak mengerti tentang suatu hal, maka yang lain yang tahu akan memberitahu kepada yang belum tahu, dan begitu pula sebaliknya. Sungguh pepatah ini begitu menyemangati saya dan teman sebagai murid yang selalu ingin belajar. Semoga semangat bapak ibu dalam melayani di dunia pendidikan bisa selalu kami jadikan contoh untuk kami di kedepannya.
Akhir kata, saya dan segenap teman-teman PPL FBS mengucapkan terima kasih kepada Ibu dan Bapak Guru atas kerja kerasnya dalam membimbing kami.
Tuhan memberkati Pelayanan Bapak dan Ibu sekalian.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Beauty, 112007136
Senin, 16 Mei 2011
Ingin Jadi Sahabat di LTC-Salatiga
Bergabung dalam LTC Friends sudah menjadi keinginan Kiky sejak pertama kali masuk English Department. Keinginan untuk mengenal budaya orang lain, keinginan untuk bisa bersinergi dengan orang-orang dari beragam sifat dan latar belakang serta mencari pengalaman menjadi alasan Kiky kenapa tertarik untuk mengikuti kegiatan ini.
Sedikit berbagi pengalaman, kenapa sih kalau tertarik nggak daftar dari dulu-dulu? karena saya tidak cukup percaya diri dengan kemampuan saya pada waktu itu, baik dari segi berbicara di depan umum maupun speaking dalam Bahasa Inggris. Dulu, untuk ngomong didepan orang banyak saja masih plegak-pleguk (gagap). Apalagi harus berbicara menggunakan Bahasa Inggris dengan orang asing. Dan pada saat itu saya merasa jikalau saya mendaftarpun pasti akan ditolak karena para pendaftar yang lain pasti lebih qualified daripada saya.
Akan tetapi, 2 tahun bergabung di Lembaga Kemahasiswaan (LK) diaras Universitas mengajarkan banyak hal. Kiky belajar menjadi pribadi yang percaya diri sehingga tidak gugup ketika berbicara di depan umum, belajar bersinergi dengan bernacam-macam karakter orang dari berbagai suku yang berbeda-beda karena hampir seluruh anggota fungsionaris LK Universitas berasal dari daerah di seluruh Indonesia, dan juga Kiky belajar untuk bisa bekerja dalam teamwork.
Walaupun Kiky saat ini masih dalam tahap pembelajaran dan mencari pengalaman, tapi Kiky yakin akan mampu memberikan yang terbaik jika nanti terpilih menjadi sahabat LTC. 2 tahun duduk dalam Lembaga Kemahasiswaan membuat Kiky memahami dengan baik tentang UKSW, Kota Salatiga dan tentunya wawasan tentang Indonesia. Selain itu, lingkungan dalam LK membentuk Kiky sebagai orang yang loyal, berkomitmen dan have ability to work under pressure.
Dalam bekerja kiky mempunyai satu keyakinan bahwa apa yang Kiky lakukan ini adalah karena Kiky ingin melayani, dan orang-orang yang berada disekitaran tersebut adalah keluarga. Karena kita keluarga, pasti kita saling menyayangi. Dari itulah komitmen dan loyalitas yang sebenarnya dapat muncul karena adanya rasa memiliki satu sama lain sebagai satu kesatuan. Sehingga ketika dalam sebuah keluarga saling melayani maka apapun tugas dan tanggungjawab yang diberikan pasti akan dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Beauty Luky Amelia.
Pentas Seni Budaya Indonesia 2011
Pentas Seni Budaya Indonesia 2011 namanya. Adalah salah satu event mahasiswa yang dikoordinir oleh Senat Mahasiswa Universitas periode 2010-2011 yang menampilkan keunikan budaya-budaya dari tiap etnies yang ada di UKSW. Dengan mengangkat tema "Bhineka Tunggal Ika?Ya.. SATYA WACANA" kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan Budaya Indonesia kepada masyarakat Salatiga dan mempererat hubungan antar etnies. Dulu pada tahun 1991, ketika SMU (Senat Mahasiswa Universitas yang sekarang) terbentuk (yang nama sebelumnya adalah DEMA-Dewan Mahasiswa kalo nggak salah nih) memiliki tema kegiatan yang sama. Oleh karena itu, dengan persamaan tema ini semoga semangat-semangat dari para pendiri Lembaga Kemahasiswaan yang sebelumnya dapat terus terjaga.
Hari pertama, pentas seni di isi dengan serangkaian acara pembukaan. Pertunjukan dari jimbe serta karawitan dari etnis Jawa mengaung mengikuti irama melantukan lagu-lagu daerah dari sabang sampai merauke pada pagi hari itu diiringi dengan tarian-tarian fashion show baju-baju unik nan menarik dari Satya Wacana Carnival Center.
What an outstanding opening!
Tentunya etnis Nias tak mau kalah, Lompat Batu khas Pulau Nias pun tak segan-segan dipamerkan di depan Balairung Utama. Seorang laki-laki dengan lincahnya melompati batuan buartan setinggi 3 meter. Wah, untung ga kesandung mas...
pantat udah mau copot ne waktu detik-detik tunggu melompat!
Minggu, 15 Mei 2011
Lembaga Kemahasiswaan
2 tahun sudah aku bergabung dalam Lembaga Kemahasiswaan Senat Mahasiswa Universitas, UKSW. Suka duka silih berganti, pembelajaran yang tiada henti, bertemu orang yang berbeda-beda dengan segala jenis karakternya membuatku mengerti apa yang disebut dengan : Pelajaran Hidup.
Memang terlihat sepele, akh apa sih LK? jadi orang kok kuliah rapat mulu, kaya KURA-KURA. Dicaci dosen atau pembimbing karena sering bolos atau tidak taat deadline. Tapi itulah pembelajaran….
Sering sesekali merasa bertanya kepada diriku sendiri, KENAPA KOK MASUK LK? bikin sibuk aja, kuliah belum bener, banyak nilai C, bahkan ada yang E. Kamar berantakan. Lupa jalan pulang (karena sangking tidak pernah pulangnya) atau mending kamu buka les2an. Iya kan? dapat duit, asah otak, ilmu yang didapat di kuliah dapat dimanfaatkan dengan baik. Daripada cuma duduk berjam-jam dikantor rapat ini itu sampai mulut-mulut berbusa.
Tapi para pembaca yang budiman dan budimin, ada nilai pembelajaran lain yang bisa aku dapatkan selama aku menimba ilmu di Lembaga Kemahasiswaan. Hal yang tidak bisa aku dapatkan ketika aku hanya menjadi mahasiswa KUPU-KUPU (kuliah-pulang saja). Belajar teori maupun praktek untuk selalu berpikir kritis, memimpin orang lain, bersinergi dengan yang lain, memanage event dan keuangan, belajar birokrasi dalam lembaga,di ajari cara bikin proposal, dapat trik-trik gali dana, dan jalan-jalan gratis (haaa, ini tambahan aja ya). Itulah, sedikit pembelajaran yang aku dapatkan. masih banyak lagi lainnya. Mendapat keluarga baru juga salah satu nilai plus aku duduk di dalam LK. Coba bayangkan, gimana aku bisa kenal orang dari medan sana, nias dengan lompat batunya juga, kalimantan , ambon seng ada lawan, papua deng pace-macenya, kupang karmana, toraja dan masih banyak lagi lainnya. Akankah itu bisa didapatkan hanya dengan duduk di dalam kelas tanpa bersosialisasi? It’s a big NO! (copas dari Bu Neny pung kata-kata).
Yah, itu namanya. LK. Lembaga Kemahasiswaan. Dengan kata lain sebenarnya LK juga bisa disebut dengan Lembaga Kemesraan. Kenapa tidak? Banyak para fungsionaris di dalamnya yang akhirnya cinlok. Dapat pasangan baik pacar maupun partner. Termasuk saya. Hahaha.. Pacar saya, Rivort Pormes-pun, saya dapatkan dari LK.
Sering sesekali merasa bertanya kepada diriku sendiri, KENAPA KOK MASUK LK? bikin sibuk aja, kuliah belum bener, banyak nilai C, bahkan ada yang E. Kamar berantakan. Lupa jalan pulang (karena sangking tidak pernah pulangnya) atau mending kamu buka les2an. Iya kan? dapat duit, asah otak, ilmu yang didapat di kuliah dapat dimanfaatkan dengan baik. Daripada cuma duduk berjam-jam dikantor rapat ini itu sampai mulut-mulut berbusa.
Tapi para pembaca yang budiman dan budimin, ada nilai pembelajaran lain yang bisa aku dapatkan selama aku menimba ilmu di Lembaga Kemahasiswaan. Hal yang tidak bisa aku dapatkan ketika aku hanya menjadi mahasiswa KUPU-KUPU (kuliah-pulang saja). Belajar teori maupun praktek untuk selalu berpikir kritis, memimpin orang lain, bersinergi dengan yang lain, memanage event dan keuangan, belajar birokrasi dalam lembaga,di ajari cara bikin proposal, dapat trik-trik gali dana, dan jalan-jalan gratis (haaa, ini tambahan aja ya). Itulah, sedikit pembelajaran yang aku dapatkan. masih banyak lagi lainnya. Mendapat keluarga baru juga salah satu nilai plus aku duduk di dalam LK. Coba bayangkan, gimana aku bisa kenal orang dari medan sana, nias dengan lompat batunya juga, kalimantan , ambon seng ada lawan, papua deng pace-macenya, kupang karmana, toraja dan masih banyak lagi lainnya. Akankah itu bisa didapatkan hanya dengan duduk di dalam kelas tanpa bersosialisasi? It’s a big NO! (copas dari Bu Neny pung kata-kata).
Yah, itu namanya. LK. Lembaga Kemahasiswaan. Dengan kata lain sebenarnya LK juga bisa disebut dengan Lembaga Kemesraan. Kenapa tidak? Banyak para fungsionaris di dalamnya yang akhirnya cinlok. Dapat pasangan baik pacar maupun partner. Termasuk saya. Hahaha.. Pacar saya, Rivort Pormes-pun, saya dapatkan dari LK.
Begitu banyak hal yang telah diberi LK kepada saya. Banyak sekali.
Terima kasih Lembaga Kemahasiswaan.
Langganan:
Postingan (Atom)
